Langsung ke konten utama

MASUK SURGA TANPA HISAB

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Telah ditampakkan padaku semua umat. Aku melihat seorang nabi yang hanya memiliki beberapa pengikut (3 sampai 9 orang)

Ada juga nabi hanya memiliki satu atau dua orang pengikut saja. Bahkan ada nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali

Tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sekumpulan orang, maka aku menyangka bahwa mereka adalah umatku. Ada yang berkata padaku, ‘Mereka adalah Nabi Musa ‘alaihis salam dan pengikutnya

Tetapi lihatlah ke ufuk.’ Lalu aku pun memandang, ternyata ada kumpulan kaum yang besar yang berwarna hitam (yakni saking banyaknya orang kelihatan dari jauh). Lalu dikatakan lagi kepadaku, ‘Lihatlah ke ufuk yang lain.’ Ternyata di sana juga terdapat kumpulan kaum yang besar yang berwarna hitam

Dikatakan kepadaku, ‘Ini adalah umatmu dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki surga tanpa dihisab dan disiksa

Setelah menceritakan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bangkit lalu masuk ke dalam rumahnya

Orang-orang lalu memperbincangkan mengenai mereka yang akan dimasukkan ke dalam surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa

Sebagian dari mereka berkata, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ada pula yang mengatakan, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah melakukan perbuatan syirik terhadap Allah.” Mereka mengemukakan pendapat masing-masing

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka, lalu beliau bertanya, “Apa yang telah kalian perbincangkan?” Mereka pun menerangkannya kepada beliau

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak meruqyah, tidak meminta untuk diruqyah, tidak melakukan thiyaroh (beranggapan sial) dan hanya kepada Allah mereka bertawakal.” (HR. Bukhari no. 5752)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Bahasa Arab

Assalamualaikum wr.wb belajar bahasa Arab yuk...😊 Afwan = maaf. Na’am = iya Laa = Tidak Laa Adri = tidak tahu Laa ba’sa = tidak apa-apa ___________________________________ 🌷Syukron = terima kasih,  apabila ada orang memberikan ucapan “syukron” bisa dijawab “afwan”, jadi afwan bisa juga artinya “sama-sama”. 🌷Tafadhdhol= silahkan (untuk laki-laki) 🌷Tafadhdholy = silahkan (untuk perempuan) 🌷Mumtaz = keren, bagus banget, istimewa 🌷Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah 🌷Wa anta kadzalik = begitu juga kamu 🌷Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ? 🌷Jazakumullah khayran katsir = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan kebaikan yang banyak 🌷Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian 🌷Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita 🌷Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah 🌷Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah Afwan, berhubung ada yang bertanya tentang arti kalimat-kalimat umum dan Dhomir (kata ga...

2 RAKAAT SEBELUM SUBUH, T I D A K PERNAH DI TINGGALKAN NABI

Saudaraku , Shalat adalah ibadah yang paling besar keutamaan dibanding amal2 yang lain [ QS. Al Ankabut : 45 ], meskipun merupakan amalan Sunnah namun Shalat 2 rakaat sebelum subuh memiliki keutamaan yang sangat besar, dan selalu di jaga Rasulullah ﷺ  baik ketika beliau mukim ataupun sedang bepergian. ▪Shalat - shalat sunnah akan menutupi Kekurangan pada Shalat Wajib Dari Abu Hurairah رضي الله عنه ia berkata bahwa Rasulullah  ﷺ bersabda ; « إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ ». “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia d...

BAYARLAH HUTANGMU SEBELUM AJAL MENJEMPUT

3 Tahun lalu.. Sahabat saya meminjam uang... Tidak banyak.. 1 Juta Rupiah... Dengan alasan Berobat... Dan berjanji.. akan dibayar saat Gajian... Saya berikan.. Dengan Niat menolong.. Sebulan kemudian.. Tibalah saat Gajian... Saya menunggu... Dengan harapan.. Sahabat saya Akan melunasinya.. Bulan pertama tak ada kabar.. Hingga bulan kelima... Sampai suatu saat.. Saya melihatnya.. Menggunakan Mobil Baru... Dan Baru saja selesai... Belanja dimall.. Dengan Belanjaan yg sangat banyak.. Keesokan Harinya.. Saya coba hubungi.. Dengan diawali menanyakan Kabar.. Namun... Telfon saya di reject.. Saya WA...terkirim... Namun tidak dibaca.. Hingga 3 hari... Tiba saatnya Sholat Jum'at.. Tidak sengaja kami bertemu.. Seperti biasa.. Saya menanyakan kabar.. Dan pada akhirnya saya bertanya.. "Mas..saya butuh uang.. Bisa gak Hutangnya dilunasi segera" Dengan lemah lembut.. Dan penuh senyuman.. Namun... Dia membentak saya dengan Kasar... Seraya...